Wow! 25 Siswa SMA Negeri di Sidoarjo Terpapar Covid-19

SMAN 3 Sidoarjo. Krisna/Celah.id

SIDOARJO – sebanyak 25 siswa SMAN 3 Sidoarjo terpapar Covid-19 varian omicron. Pembelajaran daring langsung diterapkan menyusul adanya temuan kasus Covid-19 setelah para siswa menjalani swab antigen pada (2/2).

Ada sebanyak 135 siswa kelas X dan XI mengikuti tes swab antigen. Hasilnya, 25 siswa dinyatakan positif. Sebelumnya ada empat siswa yang dinyatakan positif.

Kepala Sekolah SMAN 3 Sidoarjo Ristiwi Peni, mengatakan jika tidak hanya siswa yang mengikuti swab antigen namun 19 tenaga pengajar juga mengikuti swab antigen.

“Alhamdulilah semua guru negatif semua,” katanya. Jumat (4/2/2022).

Ia menceritakan, sebelumnya pihak sekolah mendapatkan informasi ddari salah satu wali murid bahwa anak mereka dinyatakan positif setelah tertular kakaknya. Mendengar informasi tersebut, para murid berinisiatif untuk tes swab mandiri. Hasilnya ada beberapa yang positif.

Sementara itu, pihaknya langsung mengidentifikasi siapa saja yang pernah kontakerat dengan siswa yang dinyatakan positif. Total ada 149 siswa yang kontak erat, tetapi yang datang untuk testing hanya 135 orang.

Tidak semua orang tersebut menunjukkan gejala klinis. Ada yang ketahuan positif Covid saat memeriksakan diri. Dengan kondisi demam, batuk, dan pilek. Ternyata, hasil pemeriksaan dinyatakan positif Covid-19.

Menurutnya, pihaknya pun memutuskan menggelar pembelajaran daring mulai hari ini. ’’Guru tetap masuk ke sekolah karena belajar daring,’’ kata Peni.

Sementara itu, seluruh siswa yang teridentifikasi positif harus isolasi mandiri selama 10 hari. Siswa yang kemarin ikut tes dan hasilnya negatif isolasi selama lima hari. Setelah lima hari itu, mereka akan dites ulang. Jika hasilnya negatif, pembelajaran tatap muka (PTM) digelar kembali.

’’Sedangkan siswa yang positif, setelah 10 hari dites lagi. Jika negatif dan dapat surat keterangan dari puskesmas sehat, mereka bisa PTM,’’ jelasnya.

Pihaknya pun sudah melaporkan temuan tersebut ke Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sidoarjo dan sepakat untuk menggelar pembelajaran daring. Selama ini, ia menyebutkan bahwa upaya pengetatan prokes sudah dilakukan. ’’Masuk ke sekolah, ada pengecekan suhu, disemprot hand sanitizer, masuk bilik penyemprotan, baru masuk ke kelas. Itu setiap hari,’’ pungkasnya.