Liga 3 Nasional Jadi Cluster Baru Covid-19, Pemain, Official dan Wasit Terpapar

GRESIK – Kekhawatiran akan terjadinya cluster baru penularan Covid 19 di kompetisi liga 3 nasional akhirnya terjadi. Ditemukan 11 kasus Covid 19 terjadi di goup I dan J yang di gelar di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik. Rinciannya satu pemain berposisi kiper asal Alisha FC wakil dari Sulawesi Selatan, satu pemain dari tuan rumah Gresik United. 7 pemain dan official dari Perseden Denpasar Bali, serta dua perangkat pertandingan yang akan memimpin di Group I dan J di Gresik.

Wakil ketua panitia grup I dan J, Imam, mengaku tidak menyangka jika ditemukan 11 kejadian kasus Covid 19 ini. Pasalnya sebelum mereka datang ke Gresik sudah melakukan swab Antigen dan PCR.

“Saya tak menyangka kalau terjadi kasus begitu besar di group I dan J, padahal sebelum berangkat ke Gresik mereka sudah melakukan test swab PCR dan swab antigen hasilnya negativ,” jelas Imam.

Dengan kejadian tersebut panitia langsung menginstruksikan yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri di hotel mereka masing-masing dan di awasi serta di kontrol oleh petugas.

Masih menurut Imam, sesuai regulasi kompetisi liga 3 seluruh pemain dan official serta perangkat pertandingan dan kepanitiaan hasur menjalani swab antigen terlebih dulu.

Sementara itu sekertaris Asprov PSSI Jatim Dyan Puspito Rini saat di hubungi mengaku kaget dan tidak percaya dengan adanya temuan kasus baru Covid 19 di liga 3 nasional khususnya di Jawa Timur. Padahal menurut Ririn sapaan akrab Dyan Puspito Rini selama gelaran kompetisi liga 3 zona jatim prokesnya cukup ketat. Dan alhamdulillah selama kompetisi liga 3 zona Jatim tidak terjadi temuan kasus covid 19.

“masak sih mas padahal selama ini prokesnya cukup ketat selama penyisihan di zona masing-masing ,” terang Ririn.

Dengan adanya kejadian tersebut, Asprov PSSI Jatim akan menyurati atau membuat surat edaran yang di tujukan kepada tuan rumah babak penyisihan liga 3 nasional khusus untuk tuan rumah tim Jatim.

“Kalau kejadian ini tidak segera di evaluasi khawatir akan terjadi kasus yang lebih besar lagi,” tegas Legenda Atlet Layar Indonesia ini.

Ririn berharap panitia harus lebih mengetatkan lagi protokol kesehatan bagi siapa saja yang masuk di komplek stadion.