Korps Marinir menggelar latihan perang kota di Sidoarjo, Wakasal Hadir Meninjau

SIDOARJO – Latihan operasi pertempuran kota Korps Marinir Tahun 2021 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Jalan Lingkar Timur, Sidoarjo, Jawa Timur dihadiri langsung oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmaad Heri Purwono, S.E., M.M., kehadiran Wakasal juga didampingi oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmad Heri Purwono berpesan kepada seluruh prajurit bahwa setiap lini harus meningkatkan kedisiplinan dan kemampuan diri.

“Tingkatkan kedisiplinan dan kemampuan bertempur. Nanti jika kita mampu disiplin kita akan diaegani oleh kawan maupun lawan,” Katanya. Sabtu (6/11/2021).

Kegiatan latihan operasi pertempuran kota ini diikuti oleh 700 orang prajurit korps marinir dengan didukung dari Puspnerbal meliputi penerjunan, sniper, peperangan dan juga kerja sama infantri dan tank.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk loyalitas TNI AL untuk Indonesia.

“Beberapa waktu yang lalu satuan TNI AL fokus di kegiatan vaksinasi, nah untuk kali ini kami ingin membangun loyalitas TNI AL jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” Ujarnya.

Kegiatan Latihan ini diawali oleh Prajurit Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir (YonTaifib 2 Mar) melakukan penyusupan dengan cara infiltrasi dengan senyap ke daerah musuh secara rahasia melalui Media Udara dengan Terjun Tempur (Junpur) di sasaran 1 Universitas NU II Sidoarjo, selanjutnya melumpuhkan instalasi Komunikasi musuh, dan menempatkan 1 Tim Sniper Taifib untuk melumpuhkan penjagaan & Sniper musuh di koridor timur, kemudian 1 pelton Lintas Helly melaksanakan Fast Rope guna merebut dan menguasai lantai 2 dari pintu timur, dan melaksanakan evakuasi warga sipil/Non-Combatan Evacuation Operations (NEO) dan melaksanakan evakuasi tokoh penting dengan teknik STABO.

Lalu Unsur-unsur Peleton Tank bergerak menghancurkan kubu-kubu & Senban Musuh, Baterai Alteleri Medan(Armed) memberikan bantuan tembakan (Bantem) yaitu Granat Asap (Simulasi menggunakan amunisi hampa) guna memberikan lindung tinjau/tabir manuver pasukan, Setelah itu peleton Tank menempati posisi sebagai pangkal tembak.

Kemudian Batalyon Infanteri 1 Marinir menguasai sasaran di dalam Kota dengan Cara sistematis dari gedung ke gedung atau dari blok ke blok (CQB) dengan 1 Kompi Infanteri mekanis merebut dan menguasai lantai dasar dari pintu utara bersamaan 1 Tim Taifib menyusup dari Selatan dengan cover menyamar sebagai nelayan & melaksanakan Grappling menggunakan Hook Launcher dilanjutkan pembebasan sandera. Tim Zeni melaksanakan Penjinakan Bom pada tawanan yang dipasangi (Improvised Explosive Devise/IED), Tim kesehatan lapangan (Keslap) melaksanakan pertolongan korban tempur,  Tim POM melaksanakan Prosedur penanganan tawanan. (Tam)