Ikonik Ekowisata Sidoarjo, Bupati Sidoarjo Inisiasi Tanam Pohon Sepanjang 17 Km

  • Bagikan

SIDOARJO – Guna mendorong dan menjaga agar ekosistem pada ikon ekowisata di Kecamatan Jabon, Sidoarjo tetap lestari, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menginisiasi penanaman pohon Tabebuya di sepanjang jalan menuju Wisata Bahari Tlocor dan Pulau Lusi.

Pada kegiatan yang digelar pagi ini, Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Gus Muhdlor itu memaparkan bahwa perhatian pemerintah terhadap kelestarian lingkungan dalam menuju sentral ekowisata juga harus menjadi perhatian bersama.

“Harmonisasai pembangunan itu harus ada, maka otomatis hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan juga harus mendapat atensi, termasuk salah satunya adalah penanaman pohon,” papar Gus Muhdlor. Sabtu (8/1/2022).

Menurutnya, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berupaya untuk menginisiasi secara bertahap penanaman pohon di sepanjang jalan menuju Wisata di ujung selatan sidoarjo tersebut.

Ia mengatakan jika pada 17 Km dari Jalan Raya depan menuju wisata akan menjadi perhatian khusus untuk menjadi kawasan jalan yang bisa terlihat rindang.Dalam keterangannya, Gus Muhdlor menjelaskan jika pada tinjauan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah mendapat perhatian dan dukungan khusus dari kementrian dalam pengembangan ekowisata yang ada di Sidoarjo dengan menyanggupi suplaian bibit ikan dan tanaman bakau.

“Nah 3 atau 4 bulan kedepan, kami juga ingin menggerakkan social movement bagi masyarakat, khususnya pemuda Sidoarjo untuk membuat ranger bakau. Karena kawasan daerah sini adalah kawasan yang harus kita jaga ekosistemnya,” pintanya.

Selain itu, Kepala DLHK Sidoarjo Bahrul Amig yang mendampingi Bupati Sidoarjo pada kegiatan penanaman pohon pagi tadi juga menambahkan jika pada pengembangan ekowisata dan penanaman pohon di sepanjang jalan Jabon tersebut mendapat respon positif dan partisipasi dari masyarakat melalui kelompok desa sadar wisata.

“Kita berharap bahwa ini juga bisa menjadi penyeimbang peneduh dan nyaman. Karena tujuannya adalah industri dan wisata itu jangan sampai kontradiktif. Yang paling berat adalah pemeliharaannya, tapi tidak ada alasan untuk tidak bisa dilaksanakan,” pungkasnya.

  • Bagikan