Urai Kemacetan, Gus Muhdlor Akan Bangun Flyover Krian

  • Bagikan

Perempatan Krian kerap terjadi kemacetan parah setiap hari, terutama saat pagi dan sore. Mulai Maret nanti akan dibangun flyover. (Dolor Darjo)

SIDOARJO – Simpang empat Krian di antara Jalan Raya Moh. Yamin, Jalan Kyai Mojo, dan Jalan Setiabudi, sehari-hari kerap dihiasi dengan kemacetan yang cukup parah. Bahkan, kemacetan bisa mengular sampai 2 kilometer di tiap sisinya. Terutama saat pagi dan sore.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menilai, perempatan itu menjadi salah satu titik kemacetan paling parah, selain di Gedangan yang kini sedang dibangun frontage road (FR).

’’Karena di sana ada sungai, bangli (bangunan liar), perempatan, dan perlintasan kereta api, tumpah ruah jadi satu,’’ katanya.

Saat ada kereta yang melintas, kemacetan bisa lebih panjang lagi. Kondisi itu membutuhkan solusi. Dalam waktu dekat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membangun flyover di lokasi tersebut. ’’Sekitar Maret dimulai pembangunan fisiknya, dengan panjang 700 meter,’’ kata Muhdlor.

Flyover itu hanya satu ruas jalan, tidak bercabang. Lokasi pembangunan flyover tersebut rencananya dari selatan di sekitar SMK Yapalis Krian di Jalan Kyai Mojo mengarah ke utara sampai Dusun Krajan Tengah, depan musala, di Jalan Raya Moh. Yamin.’’Satu jalan saja mirip flyover Jenggolo, total anggarannya dari pemerintah pusat sekitar Rp 250 miliar,’’ kata alumnus Unair itu.

’’Satu jalan saja mirip flyover Jenggolo, total anggarannya dari pemerintah pusat sekitar Rp 250 miliar,’’ kata alumnus Unair itu.Pembangunan tersebut, menurut Muhdlor, membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Saat proses pembangunan nanti, dia tidak memungkiri pasti ada yang mengeluh kemacetan tambah parah. Karena itu, pihaknya mohon maklum.

Pembangunan tersebut, menurut Muhdlor, membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Saat proses pembangunan nanti, dia tidak memungkiri pasti ada yang mengeluh kemacetan tambah parah. Karena itu, pihaknya mohon maklum.

’’Dua bulan pertama mungkin masih sabar, empat bulan selanjutnya mungkin dihujat, tapi bulan keenam sudah selesai,’’ katanya.

Persiapan teknis tentu sudah dilakukan agar saat pembangunan berlangsung lancar. Misalnya, pengaturan arus. ’’Itu terkait dengan teknis, nanti bisa diarahkan ke arah selatan ke depan SPBU,’’ katanya.

Namun, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari kementerian terkait dengan teknis pembangunannya, termasuk peralihan arusnya dan lainnya

  • Bagikan