Firli Bahuri Tinjau Vaksinasi di Sidoarjo

SIDOARJO – Dalam percepatan vaksinasi di Kabupaten Sidoarjo, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Komjen Pol Firli Bahuri dididampingi Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajar dan orang lanjut usia (lansia) di YPM Universitas Ma’arif Hasyim Latief (Umaha), Ngelom, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Vaksinasi massal ini juga dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pol Hadi Supraptoyo, Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Inf Agus Setiawan, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro dan sejumlah pejabat dari Polri, TNI dan Pemkab Sidoarjo. Sedangkan ulama sepuh yang hadir diantaranya KH Anwar Manshur Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo dan Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar.

Kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan alumni AKABRI angkatan 90 ini diikuti lebih dari 200 lansia dan ratusan pelajar SMK/SMA dan Mahasiswa YPM Umaha.

Diketahui pul, Ketua KPK Firli Bahuri merupakan alumni AKABRI angkatan 90 sementara Kapolda Jatim Nico Afinta alumni angkatan 92. Firli Bahuri mengatakan pandemi Covid-19 di Indonesia bisa dikendalikan berkat kerjasama semua anak bangsa. Termasuk seluruh masyarakat.

Kedatangan Ketua KPK Firli ke Jawa Timur salah satunya ke Sidoarjo untuk memastikan pelaksanaan vaksinasi di Jawa Timur berjalan lancar.

“Saya hadir di Jawa Timur ingin memastikan pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar. Kami berharap ini akan sukses dan menimbulkan kekebalan bagi seluruh rakyat Jawa Timur,” ujar Firli Bahuri kepada suarajatimpost.com, Selasa (26/10/2021).

Ia menjelaskan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka perlu menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity. Harapannya, jika kekebalan kelompok tercapai maka pihaknya optimis pertumbuhan ekonomi di Indonesia terutama Jawa Timur bisa meningkat.

“Saat rakyat memiliki kekebalan kelompok, maka rakyat kebal, rakyat sehat, Indonesia jadi kuat dan tentu pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin meningkat,” tegasnya.

Diketahui pencapaian vaksinasi lansia di Sidoarjo hingga hari ini sudah 50 persen. Tinggal 10 persen lagi atau sekitar 15.000 lansia yang divaksin. Targetnya 60 persen untuk menuju Sidoarjo PPKM Level 1. Meski ada sedikit kendala karena komorbit hal itu tidak menyulitkan percepatan vaksinasi.

“Kami menarget satu desa setiap harinya melakukan vaksinasi lansia 10 orang. Hasilnya, pencapaian terakhir vaksinasi lansia sudah 50 persen, tinggal 15.000 orang lagi atau kurang 10 persen lagi. Targetnya 60 persen untuk mencapai PPKM Level 1,” jelas Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali.

Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor ini mengakui ada beberapa kendala yang terjadi di lapangan. Karena tidak sedikit lansia yang memiliki riwayat penyakit bawaan (komorbit) hingga tidak bisa mengikuti vaksinasi.

“Lansia terkadang punya penyakit bawaan (komorbit). Target kami tidak begitu banyak untuk Lansia satu desa hanya 10 orang per hari. Sehingga setiap hari dikali 353 desa maka sekitar 3.500 lansia yang divaksin. Hitungannya dalam lima hari target bisa tercapai meski di lapangan banyak kendala. Ini kita kawal terus setiap progressnya. Termasuk hari ini kami sampaikan terimakasih kepada Polresta Sidoarjo yang melaksanakan vaksinasi sekitar 200 – 500 orang dengan jemput bola pakai mobil vaksin,” pungkasnya.