DPRD Sidoarjo Tetap Meminta Layanan Kesehatan Tetap Berjalan Meski UHC Dihentikan

  • Bagikan
SIDOARJO – Layanan kesehatan gratis untuk masyarakat Sidoarjo yang masuk dalam program Universal Health Coverage (UHC) mulai awal tahun resmi dihentikan, dari diberhentikannya UHC tersebut, Komisi D DPRD Sidoarjo tetap meminta layanan kesehatan di masyarakat tetap berjalan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori. Ia mengatakan bahwa meski dihentikan seementara program UHC, masyarakat dengan kategori miskin atau tidak mampu tetap bisa mendapatkan pelayanan gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo.
“Tinggal kita menyesuaikan mekanisme sesuai dengan peraturan, tetapi bahwa syarat SKTM itu tidak harus di depan. Pelayanan didahulukan lalu untuk administrasi menyusul sepanjang secara administratif sesuai dengan data yang ada,” ujar Dhamroni. Kamis (06/01/2022).
Dhamroni juga mengatakan bahwa Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo sepakat untuk mendorong dinas-dinas terkait agar mempunyai mekanisme baru yang dapat diakses dan dirasakan oleh masyarakat, meskipun nantinya mekanisme baru tidak mengindahkan alur atau mekanisme yang sudah berjalan. Ia meminta agar masyarakat yang masuk dalam kategori miskin masih dapat merasakan pelayanan kesehatan gratis.
“Ini bukan perkara UHC dihentikan atau tidak, tetapi untuk layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kan memang sudah jelas termaktub dalam visi dan misi bupati. Jadi hari ini kita meminta kepastian itu bahwa masyarakat miskin tetap mendapat pelayanan gratis,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, DPRD bersama dengan Dinkes, Dinsos, dan Dispendukcapil sepakat untuk mencari solusi atau titik temu permasalahan ini bersama-sama. Ada beberapa solusi yang didapat dari rapat dengar pendapat tersebut salah satunya dengan merubah Perbup terkait kesehatan masyarakat dan menjalin kerjasama dengan rumah sakit swasta lainnya.
  • Bagikan