Dishub Sidoarjo : Sidoarjo Bebas Truk ODOL Pada 2023

  • Bagikan

SIDOARJO – Kendaraan besar seperti truk yang Over Dimension Over Loading (ODOL) masih serkng ditemukan berjalan di Sidoarjo. Truk tersebut kerap kali menganggu kenyamanan pengguna jalan lain, bahkan sering terlibat dalam kecelakaan lalu lintas serta ikut berperan pada kerusakan jalan

Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo Benny Airlangga Yogaswara mengakui bahwa keberadaan ODOL jadi salah satu penyebab jalan di Sidoarjo cepat rusak.

“Kelebihan muatan, jalan kita sering rusak. Kerugian pemkab tentu banyak. Setiap tahun anggaran pemeliharaan jalan sangat besar. Jalan mudah rusak karena truk ODOL,” katanya, Senin (20/12/2021).

Dirinya mencontohkan, akses di Lingkar Timur merupakan salah satu titik jalan yang tiap tahun langganan rusak. Tiap hari ruas jalan cepat dari Gedangan menuju ke Candi itu dilalui kendaraan ODOL yang jumlahnya bisa sampai ratusan.

Sesuai arahan pemerintah pusat, pada 2023 diharapkan tidak ada lagi ODOL beroperasi. Sebagai langkah awal, Dishub Sidoarjo menindaklanjuti dengan sosialisasi ke perusahaan karoseri yang ada.

“Prinsipnya, pengusaha karoseri mendukung program pemerintah ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk penindakan dan denda nantinya akan diberlakukan. “Bagaimana dan berapa besarannya, kami perlu koordinasi dengan Dishub provinsi dan menunggu arahan pemerintah pusat,” imbuhnya.

Selain jalan rusak, mantan Asisten 2 Sekretariat Daerah Sidoarjo itu mengungkapkan, truk ODOL berpotensi menimbulkan kecelakaan. Banyak kejadian kecelakaan yang diakibatkan oleh truk ODOL. Karena kelebihan muatan pula, truk ODOL berpotensi mengalami rangka patah.

Hal itu kerap terjadi karena pengguna truk ODOL tidak memperhitungkan dan mempertimbangkan kekuatan dari kendaraan truk itu sendiri. Kendaraan ODOL juga berpotensi menjadi tidak seimbang dan mudah terguling. Dimana kejadian truk terguling ini sering terjadi salah satunya di overpass Masangan Wetan Kecamatan Sukodono.

  • Bagikan