Dinkes Sidoarjo Prioritaskan Para Lansia Untuk Segera Vaksin Booster

  • Bagikan

SIDOARJO – Coverindonesia.com – Saat disinggung soal vaksin booster, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo nyatakan akan memprioritaskan para lansia dan kelompok rentan terlebih dahulu dalam proses vaksinasi untuk masyarakat umum. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui dalam gelaran vaksinasi booster bagi para lansia di Puskesmas Sekardangan, Sidoarjo.

Dalam vaksin ketiga ini, Kadinkes Sidoarjo dr. Syaf Satriawarman menjelaskan jika vaksin yang disuntikkan harus heterogen atau berbeda dari vaksin pertama dan kedua. Ia mencontohkan seperti kebanyakan lansia yang terdaftar di Puskesmas Sekardangan sebelumnya kebanyakan menggunakan Astrazeneca.

“Intinya ini kita prioritaskan para lansia dulu, setelah itu untuk pelayanan publik dan kemudian secara kesuluruhan dan masif. Vaksinasi untuk lansia ini kami mulai hari ini, dan kalau misalnya vaksin booster dari pusat terkirim, maka besok setiap puskesmas sudah jalan vaksin ketiga yakni vaksin booster untuk lansia,” jelasnya. Rabu (12/1/2022).

Pihaknya juga menargetkan jika vaksinasi tahap ketiga ini akan selesai dalam kurun waktu 3 bulan kedepan. Dengan pemaksimalan vaksinasi di puskesmas dan beberapa tempat yang memang nantinya dinilai bisa untuk penyelenggarakan vaksinasi.

“Target kami perhari sampai 2 ribu orang, tapi sekali lagi kami tegaskan sampai sekarang vaksin masih belum terkirim dari Dinkes Provinsi Jawa Timur dan kami masih menunggu,” terangnya.

Untuk gelaran pada vaksinasi tahap ketiga bagi lansia yang digelar di Puskesmas Sekardangan hari ini, pihak Dinas Kesehatan menggunakan vaksinasi jenis Moderna. Hal tersebut juga tidak menjadi halangan karena syarat vaksin ketiga adalah heterogen atau tidak boleh sama dengan vaksin pertama dan kedua.

“Kalau targer lansia kan ada 160ribu jiwa. Jadi kita kejar seperti vaksin kemarin target 3 bulan selesai,” imbuhnya

Tidak hanya itu, kedepan Dinas Kesehatan Sidoarjo juga akan menggelar kegiatan vaksinasi door to door yang diperuntukkan untuk para lansia yang mengalami kendala dalam mendatangi gerai vaksin.

“Nanti ada juga program mungkin yang door to door karena banyaknya lansia yang tidak mau di vaksin, tidak ada yang mengantar atau yang tidak bisa bergerak nah itu program itu mudah-mudahan tercapai,” tutupnya.

  • Bagikan